0 Comments

BI Checking adalah Informasi Debitur Individual (UID History). Laporan keuangan ini diterbitkan langsung oleh Bank Indonesia. Ada identitas debitur, agunan, pemilik dan pengurus, struktur pembiayaan / pembiayaan yang diterima, penjamin dan penagihan di dalamnya. Dari sini, Anda bisa melihat dengan jelas apakah pembayaran pelanggan biasa atau tidak.

Semua informasi disimpan dalam Sistem Informasi Debitur (SID). Jika kemudian ada lembaga keuangan yang meminta BI checking, akan disediakan data dari sistem.

Bagi Anda yang ingin atau sudah memiliki kartu kredit, ingatlah satu hal di bawah ini; membangun reputasi kredit terbaik. Sebab, pembayaran tagihan dilakukan secara berkala atau tidak, akan tetap tercatat di sistem pemeriksaan BI.

Karena itu, rutin gunakan kartu kredit yang Anda miliki. Ada 2 cara umum untuk menghindari cek BI yang buruk saat menggunakan “Kartu Ajaib” ini, termasuk yang berikut:

Bayar penuh

Meskipun memungkinkan untuk membayar tagihan minimum yaitu 10 persen dari total tagihan, usahakan untuk membayarnya setiap bulan. Pembayaran minimum hanya akan mengakumulasi saldo terutang.

Dengan memasukkan faktur untuk bulan berikutnya, saldo hutang dengan bunga beberapa persen juga akan ditambahkan. Bisa dibayangkan berapa utang kartu kredit Anda? Ini jelas sangat kering.

Jangan ketinggalan

Setiap bank penerbit biasanya memberikan batas waktu pembayaran. Rata-rata maksimal 15 hari setelah invoice dicetak. Jika tidak ada pembayaran sampai tanggal ini, kartu akan ditangguhkan. Ini akan menjadi masalah saat mengelola kontrol BI. Cuma ada tunggakan dua bulan, pengajuan kredit Anda sulit diterima bank karena BI checking tidak memenuhi kriteria.

Percaya atau tidak, jika nama Anda masuk daftar hitam oleh satu bank, data tersebut akan diungkapkan ke bank lain. Oleh karena itu, riwayat kredit sangat berguna untuk pengajuan kredit di masa mendatang. Baik itu kepemilikan rumah atau bentuk pinjaman lainnya.

Tingkat skor BI

Saat menilai kualitas kredit nasabah, bank akan melihat riwayat penagihannya. Status kolektibilitas dibagi menjadi lima, yaitu Lancar, Di Bawah Khusus, Tidak Biasa, Diragukan dan Macet. Padahal, ada lima posisi pencetak gol.

Cara cek Cek BI, sekarang lewat OJK

Ingin tahu di level berapa nilai BI checking Anda? Perlu dicatat bahwa saat ini pemerintah telah melakukan beberapa perubahan. Pemeriksaan BI terhadap OJK hanya dapat dilakukan melalui Sistem Informasi Keuangan (SLIK).

Bila ingin melihat status BI checking, Anda bisa melakukannya dengan langsung mendatangi kantor atau cabang OJK di masing-masing daerah. Berdasarkan kategori perorangan dan badan usaha, cara pemeriksaan pemeriksaan BI memerlukan persyaratan dokumen yang meliputi:

Bagi perorangan cukup mengirimkan fotokopi identitas aslinya, yaitu Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Sedangkan beberapa dokumen pendukung yang dibutuhkan untuk verifikasi BI badan usaha, yaitu:

  • Sertifikat pendaftaran perusahaan
  • Undang-Undang Pendirian
  • Perubahan terbaru pada perkiraan kebijakan yang berisi komposisi dan kewenangan pengelolaan
  • Perusahaan NPWP
  • Kartu identitas perwakilan perusahaan
  • Surat Kuasa bermeterai Rp. 6000, –
  • Jika Anda ingin diwakili untuk membantu proses penyampaian informasi debitur cukup membawa KTP,
  • Materai Rp 6000, dan KTP kuasa.

Saat ini, OJK telah menyediakan ruangan atau meja khusus untuk menampung informasi debitur seputar perbankan dan jasa keuangan lainnya. Cara mengontrol kendali BI menjadi lebih mudah! Informasi mengenai cabang OJK dapat diperoleh melalui situs resmi OJK, hubungi call center 157 atau melalui layanan email consumer@ojk.go.id.

Author

admin@taranenko.biz

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *